Skripsi Matematika | Perbandingan Metode Numbered Head Together (NHT) dan Talking Stick terhadap Hasil Belajar Matematika

Berikut merupakan cuplikan dari latar belakang masalah skripsi Pendidikan Matematika dengan judul "PERBANDINGAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ". Untuk skripsi lengkapnya silahkan di unduh pada link dibawah postingan ini.

Pendidikan termasuk hal penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai kesejahteraan hidup. Tuntunan mendasar yang dialami dunia pendidikan saat ini adalah peningkatan mutu pembelajaran. Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini telah banyak dilakukan, termasuk dalam bidang pendidikan matematika. Sebagai salah satu ilmu sains yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, matematika perlu dipelajari dan difahami dengan baik. Untuk itu guru perlu menyajikan materi pelajaran matematika dengan baik dan benar, menarik dan menyenangkan. 
Download skripsi gratis hanya di www.gudangskripsi.web.id

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. 
Sedangkan pendidikan dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS Bab I mengatakan:
“Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spriritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.” 
Kajian tentang ilmu pendidikan oleh Al-Qur’an disampaikan dalam Surat Thaahaa ayat 114 sebagai berikut :
Artinya : Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan kepadamu mewahyukannya, dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. (QS. Thaahaa: 114) 
Dalam ayat diatas menerangkan bahwa kita sebagai manusia adalah makhluk yang serba masih terbatas terutama didalam bidang ilmu pengetahuan. Sedangkan Rasulluloh SAW saja yang merupakan makhluk paling sempurna didunia ini masih berdo’a kepada Allah SWT untuk ditambahkan kepadanya ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu sudah sepantasnyalah kita sebagai makhluk biasa ini untuk terus berusaha menuntut ilmu pendidikan hingga akhir hayat. Sehingga dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang terampil dan cerdas, berdedikasi yang tinggi serta berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara.

Pendidikan formal sangat diperhatikan oleh negara, mulai dari aturan sampai bantuan diberikan. Namun yang perlu ditekankan pada pendidikan formal adalah bagaimana proses pembelajarannya hingga memperoleh hasil yang baik. Proses pembelajaran dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan belajar anak. Suatu proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang sesuai adalah metode pembelajaran yang dapat menarik minat dan gairah belajar peserta didik. 
Menurut Wina Sanjaya, “metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang pran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat dimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.” 
Dalam penyampaian materi seorang guru tak lepas dari suatu metode. Metode dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, namun antara metode satu dengan yang lain mempunyai kelebihan dan kekurangan, yang dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Ada metode yang mengakibatkan peserta didik sedikit menjadi pasif ada pula metode yang menjadikan peserta didik sebagai subyek sehingga mengakibatkan siswa aktif dalam proses belajar. 

Selama ini MA Ma’arif 3 Seputih Banyak dalam kegiatan belajar mengajar sebatas pada penerapan metode ceramah dan tanya jawab sehingga materi pembelajaran yang diterima peserta didik hanya sebatas apa yang disampaikan oleh guru. Cara penyampaian pelajaran dari seorang guru kepada siswa di dalam kelas dengan cara berbicara dari awal pelajaran, menerangkan materi, memberikan contoh soal, tanya jawab dan diakhiri dengan pemberian pekerjaan rumah (PR). Hal tersebut dilakukan terus menerus dan monoton didalam kelas.

Hal ini berdampak kepada hasil belajar siswa yang belum mencapai batas maksimal. Masih terdapat banyak siswa yang memperoleh hasil belajar matematika dibawah Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM). Hasil belajar siswa selama ini masih belum sesuai dengan apa yan diharapkan. 

Setelah penulis melakukan wawancara dengan beberapa siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM, mereka menyatakan alasannya bahwa kurang memahami materi yang diberikan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa memang tidak suka dengan pelajaran matematika yang dianggap sebagai pelajaran yang sangat sulit dan membuat kepala pusing.

Berdasarkan permasalahan diatas, penulis beranggapan bahwa jika peserta didik diterapkan metode lain yang menjadikan mereka aktif, diharapkan nantinya mampu menambah semangat belajar dan memberikan hasil belajar yang lebih baik. Salah satu metode pembelajaran yang dapat menjadikan siswa aktif didalam kegiatan belajar dikelas adalah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif.
Pembelajaran kooperatif banyak sekali macamnya, disini penulis akan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dan tipe Talking Stick. Numbered Heads Together (NHT) adalah metode belajar dengan cara setiap siswa diberi nomor dan dibuat suatu kelompok, kemudian secara acak, guru memanggil nomor dari siswa. 
Dengan menggunakan metode ini siswa dibagi dalam kelompok lalu didalam kelompok tersebut setiap siswa diberikan nomor. Setelah itu guru memberikan tugas tiap kelompok untuk dikerjakan secara bersama. Kelompok mendiskusikan jawaban yang sekiranya benar, apabila waktu sudak cukup untuk mengerjakan guru memanggil salah satu nomor siswa, dan siswa diminta mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas. Sedangkan kelompok lain memdengarkan dan menanggapi apabila terdapat kesalahan. Langkah terakhir guru memberikan kesimpulan.

Sedangkan metode talking stick adalah metode yang pada mulanya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum. Metode pembelajaran ini menggunakan sebuah tongkat sebagai alat petunjuk giliran. Siswa yang mendapat tongkat akan diberi pertanyaan dan harus menjawabnya. Kemudian secara estafet tongkat tersebut berpindah ke tangan siswa lainnya secara bergiliran. Demikian seterusnya sampai seluruh siswa mendapat tongkat dan pertanyaan.

Dengan menggunakan kedua metode tersebut, penulis berharap siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran dikelas dan menghilangkan pandangan bahwa matematika adalah pelajaran yang sangat sulit untuk dipelajari menjadi salah satu pelajaran yang mudah serta menyenangkan. Apabila hal tersebut dapat terwujud maka hasil belajar matematika siswa akan lebih baik dari sebelumnya.

Pada rancangan penelitian nantinya,penulis mengambil materi pokok turunan fungsi yang ada di kelas XI, hal ini penulis dasarkan atas prasurvey yang penulis lakukan dikelas XI MA Ma’arif 3 Seputih Banyak Tahun Pelajaran 2014/2015 dan saat survey nantinya siswa kelas XI bertepatan dengan materi turunan fungsi tersebut.

Berdasarkan penjelasan penjelasan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti hasil belajar peserta didik yang dalam pembelajarannya menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terhadap hasil belajar siswa kelas XI MA Ma’arif 3 Seputih Banyak Tahun Pelajaran 2014/2015.


Untuk itu dalam penelitian ini penulis mengusung judul: “PERBANDINGAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN TURUNAN FUNGSI SISWA KELAS XI MA MA’ARIF 3 SEPUTIH BANYAK TAHUN PELAJARAN 2014/2015”.

Download :
Skripsi Pendidikan Matematika

Semoga Bermanfaat.

0 Response to "Skripsi Matematika | Perbandingan Metode Numbered Head Together (NHT) dan Talking Stick terhadap Hasil Belajar Matematika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel